Sekilas Stelah Bangun Tidur
Selasa, Juli 31, 2012 | Diposting oleh
akel |
Edit Entri
Saat aku terbangun dari tidurku, saat itupun mulai berfikir
bahwa beberapa hari ini aku sedikit melankoli. Pengalaman hari kemarin
keadaannya memaksa aku harus sadar bahwa ternyata ketika suasana hatiku gelisah
tidak karuan, sikap ini tidak menunjukan suasana hati yang sebenarnya.
Mereka menylahkan sikapku yang kurang baik buat
kelangsungan suasana ini, tidak terlewatkan pula saran mereka, seharusnya marah
saja biar semua tau aku ini sedang sakit. Dan sayangnya aku tidak begitu, tetap
terlihat sepeerti biasanya sambil berharap orang akan faham situasi ini.
Obrolan-obrolan ringan yang biasa setiap saat kami senang
untuk membicarakannya, tetapi tidak untuk waktu itu waktu dimana aku harus
mengakui bahwa aku tidak tertarik dengn tema itu.
Pertikaian Dalam Diri
Minggu, Juli 29, 2012 | Diposting oleh
akel |
Edit Entri
Bahkan tempat itu terasa asing
seakan bukan lagi tempat untuk merebahkan seluruh tubuh ini disaat aku hendak beristirahat. Ketenangan dan
kehangatan yang pernah aku alami , semoga suatu saat nanti entah esok atau lusa
dapat kuraih kembali.
Pertikaian ini begitu sengit,
berulangkali aku mencoba menenangkan dan berusaha mencari solusi agar aku dapat
mengambil kesimpulan yang baik untuk nanti ketika bersikap serta mengambil sebuah keputusan. "Duniawi
tengah mengguncang diri SESEORANG".
Itu bukan peristiwa yang haya
terjadi saat ini, tapi aku harus bias menghentikan dan merubahnya agar esok dan
seterusnya tidak ada lagi perdebatan yang terjadi di halaman fikiran ini.
Aku punya bidadari, dia adalah
sebuah wadah untuk menampung tetesan air mata ini. Sesungguhnya aku tidak
meminta lebih darinya, hanya saja ada sebuah harapan sederhana semoga dia bersedia untuk menampung
dan mampu meredakan tetesan ini.
(for my family, I'm sorry)
-akel (ade
hasanudin)-
Sapa Mereka
Rabu, Juli 25, 2012 | Diposting oleh
akel |
Edit Entri
Sebagian dari kita bukan anak kecil yang
tidak pernah duduk manis disebuah kursi dalam suatu ruangan seraya mendengarkan
orang dewasa berorasi tentang hidup dan kehidupan, sesekali orang dewasa itu
berbicara tentang Bohong, Benci, Iri, Pelit dan masih banyak untuk kita tidak melakukannya.
Seperti itulah seorang guru terhadap muridnya.
Dengan senang hati mereka mnyelimuti kita agar masadepan ini tetap hangat.
Lebih baik simpan sebentar rasa bangga ini.
Setelah memandang mereka tidak senasib dengan kita, Lihatlah diri kita,
trkadang kita tidak bersikap mesra terhadap lelaki tidak berdaya itu yang harus
berjalan kaki untuk memenuhi janjinya terhadap perut dan keluarganya. Mungkin juga kita pernah marah kepada perempuan itu sehingga
dia harus meneteskan kesedihannya.
Tega, dan ternyata
selimut ini sudah tidak lagi membuat kita hangat, dingin yang kita rasakan
seolah-olah sudah bukan penyakit nurani, yang lebih parah sudah tidak ada lagi
evaluasi terhadap semua ini. Tanpa alasan semuanya terdiam dan membisu
melihat orang-orang yang berusaha tegar dengan bebannya.
Jawaban
seperti apa yang akan kita temukan dengan pertanyaan-pertanyaan ini? kemana
kita akan mencarinya?
Terlalu licin jalan itu sehingga tidak
perlu berjalan atau berlari lagi untuk menemukan sebuah jawaban atas pertanyaan
ini, sangatlah mudah. pertanyaan mereka “bisakah
kita untuk segera melepaskan tangan dari mata dan telinga kita masing-msing?” Ketegaran mereka sesungguhnya sedang diiringi harapan yang begitu besar
kepada kita.
-akel hasanudin-
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
Blog Archive
-
▼
2012
(16)
- ► 08/05 - 08/12 (3)
- ► 07/29 - 08/05 (4)
- ► 07/22 - 07/29 (7)
- ► 02/26 - 03/04 (1)
-
►
2011
(31)
- ► 08/14 - 08/21 (1)
- ► 04/24 - 05/01 (3)
- ► 04/17 - 04/24 (1)
- ► 03/27 - 04/03 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (1)
- ► 02/20 - 02/27 (2)
- ► 02/13 - 02/20 (1)
- ► 02/06 - 02/13 (3)
- ► 01/30 - 02/06 (8)
- ► 01/23 - 01/30 (10)
About Me
- akel
- Subang, Jawabarat, Indonesia
- Saya terlahir untuk bisa membahagiakan mereka yang menyayangi saya.